This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 03 Januari 2011

Nikah Muda.. Pertimbangannya Apa Aja sih ?

Menikah. apa iya sih, kalau denger satu kata itu, konotasinya langsung berat gitu ? Sebagian dari kamu mungkin malah belum bisa bayangin tentang gimana dan apa itu menikah. ujung ujungnya berlanjut dengan kalimat " ah bakalan ribet deh", mulai dari urusan tanggung jawabnya, ga bisa ngumpul ngumpul lagi sama temen, " maatiin  " pasaran", tar kalo punya anak gimana, tar kuliah juga gimana donk? bla bla bla. Tapi apa iya nikah selalu bikin ribet, apalagi di usia yang masih muda? Emang sih, nikah ga sekadar masalah nyatuin dua orang ke dalam satu ikatan. Tapi, Lebih dari itu, nikah adalah keputusan yang besar banget and nyangkut masa depan kita sendiri. Makanya, kata orang tua yang udah lebih banyak umur  plus pengalamannya nich, mereka pesen kalau pertimbangan yang bener bener mateng kudu dilakuin biar ngelangkah kedepannya enak. Beberapa hal hal yang perlu disiapin contohnya seperti ini,

Yang pertama adalah ilmu. Emang ada ilmu tentang pernikahan? jelas lah, biar bisa jadi ayah ibu dan atau suami istri yang baik dibutuhkan ilmu yang pas dan cukup. Insyaallah dengan ilmu pernikahan bisa jadi lebih jelas arahnya, dan ibadah akan lebih tenang rasanya.

Next, kedewasaan dan kematangan. Umur emang nggak selalu menjamin kedewasaan and kematengan seseorang. Ada sih yang titelnya udah " berumur" tapi masih aja berkutat masalah kelabilan emosi. Tapi ada juga sebaliknya, anak muda yang pikirannya " orang tua", udah stabil emosinya, tingkat kedewasaannya udah ok, di ukur dari cara dia nyelesaikan masalah2 yang datang dalam hidup dia sebelum nikah dan sesudah menikah.

Emang kedewasaan penting dalam nikah? hubungannya apa sama pernikahan? ya iya laah, pasti ada dong. Menikah berarti siap memahami pasangan. Menjadi suami istri yang nikah di usia muda juga masih harus sama-sama berproses untuk belajar banyak hal. Salah satu yang paling utama ialah mencoba belajar dengan berbagai cara menjadi seorang ibu dan ayah. dan semua itu butuh yang namanya sabar dan saling berbagi. Jangan sampai pernikahan di kotori dengan pertengkaran sebagai agenda rutin, apalagi yang melibatkan piring dan gelas melayang. Konflik dalam penyatuan dua kepala yang berbeda, emang ga bisa dihindari. Tapi tentu aja konfliknya harus yang sehat dunk, kalau nggak, kelabilan emosi dan kedewasaan bisa berakhir pada perceraian.

Nah, kalau perkembangan emosional aja belum matang, dan masih selalu suka ngumpul ngumpul sama teman-temannya stiap saat dan waktu buat have fun, bisa jadi, dia belum bisa tuch berkomitmen penuh buat jadi ayah atau ibu. Hal begini yang dikawatirkan akan memicu konflik. So, ukur kedewasaan en kematengan diri kamu sendiri dulu, coz nikah bukan buat coba2 atau sekedar uji nyali.
Selain kesiapan mental en emosi, kamu juga kudu bisa ngeyakinin orang tua. Pertimbangan ”bibit, bebet, dan bobot” mereka yang menurut kita ribet dan aneh ga akan pernah absen buat hadir dalam pertimbangan mereka. Jangan buru buru protes kalau orang tua punya 1001 pertimbangan tentang segala sesuatu. Mikir simplenya gini, mereka udah pernah diumuran kita, tapi kita belum pernah jadi mereka. so, husnudzon ajah kalau yang mereka saranin buat kita insyaallah baik, walaupun bukan selalu yang terbaik.

Percaya nggak, seorang sahabat aja sampai pernah jadi semacam detektif sewaan orang tua buat anak cewek buat nyari tahu tentang laki laki pengen nikahin puterinya. dan ini dilakuin tanpa puterinya en juga laki-laki itu tau. Dan hasil investigasi rahasia itulah yang akhirnya jadi dasar keputusan sang orang tua untuk beri ijin ke puterinya nikah sama laki-laki itu.

Intinya setiap orang tua selalu kepengen nglepasin anaknya untuk orang yang tepat yang bisa beri kebahagiaan, kedamaian, perlindungan, pengayoman. Yakin aja deh, jaman sekarang, orang tua pun nggak lagi maksain kehendak mereka agar anaknya nikah sama siapa gitu, cuman mereka hanya akan beri pertimbangan-pertimbangan sebelum akhirnya sampe pada keputusan bersama. Soalnya menikah itu bukan hanya menyatukan dua orang, tapi juga nyatuin dua keluarga dalam ikatan yang diharapkan nggak akan berbatas waktu.

Selanjutnya, pertimbangan finansial juga penting. Emang bener banget kalo Kita kudu yakin tiap orang itu udah di atur rezekinya masing2 dari dalam kandungan. hitungan kasarnya kalau nikah muda brarti rejeki dua orang di gabung jadi satu, kan jadi lebih banyak tuh. Dan memang uang juga bukan segalanya dalam rumah tangga, tapi pernikahan itu nggak lain adalah tanggung-jawab dan salah satu hal dari cabang tanggung jawab itu adalah pemenuhan nafkah untuk keluarga. Siap nggak?, en untuk para cewek, apa sudah siap dengan penerimaan yang ikhlas dengan berapapun pendapatan suami yang bakal ditrima nanti?

En masih sederet hal yang kudu dipertimbangkan lagi, jadi memang nikah bener bener butuh pertimbangan yang matang, tapi bukan berarti berlama- lama apalagi sampai menunda. So buat kamu yang udah pengen nikah, pertimbangkan baik baik segala sesuatunya. kalau emang bener bener udah siap, ngapain harus nunda karena alasan yang nggak jelas dan atau nggak ada alasan syar’i walaupun dengan konsekuensi terlumuri dosa karena pacaran misalnya. Naudzubillah (syahidah)

Sumber : voa-islam.com

Ta'aruf Gagal Karena Si Akhwat Gendut? Jangan Sedih!!



Sebuah email menyapa penulis. Isinya ungkapan terima kasih tentang sebuah buku berjudul ‘No Man No Pain’, cara survive muslimah yang belum menemukan tambatan jiwa. Tapi bukan pujian itu yang membuat hati ini berdesir. Pengakuan lugu dari sang pengirim email yang menceritakan tentang pengalamannya berta’aruf (kenalan serius untuk tujuan menikah), membuat hati ini tercenung.
Dia adalah seorang muslimah yang berusaha kaffah mencari pendamping hidup melalui ajang ta’aruf tanpa pacaran. Ketika biodata sudah saling dikirimkan, ternyata si ikhwan memutuskan untuk menghentikan proses ta’aruf. Muslimah ini bertanya, berusaha mengetahui penyebab si ikhwan mundur teratur. Siapa tahu tanpa sengaja ia berbuat salah sehingga ke depan bisa berjaga-jaga untuk tidak mengulang kesalahan yang sama.
Apa jawab sang ikhwan? Ternyata tidak ada yang salah dengan si akhwat. Hanya saja si ikhwan mundur dari proses ta’aruf setelah mengetahui foto di biodata bahwa akhwat tersebut bertubuh gendut. Jujur jawaban si ikhwan. Sebuah kejujuran yang membuat kita semua tergugu, sebegitu pentingkah bentuk fisik sehingga melalaikan kualitas agama seseorang?
Akan terjadi pro dan kontra panjang bila membahas hal ini. Tapi Rasul tercinta pernah memberi panduan bila kita menghadapi dilemma akan sebuah masalah, maka seharusnyalah kita kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah. Dan dalam sunnahnya, Rasulullah bersabda bahwa wanita itu dinikahi karena empat hal, yang pertama karena kecantikannya, kedua karena hartaya, ketiga karena keturunannya, dan keempat karena agamanya. Sangat disarankan untuk  memilih agamanya bila laki-laki itu mau beruntung.
Bentuk tubuh, adalah sesuatu yang fana. Bentuk tubuh berkaitan dengan selera pula. Betapa banyak perempuan yang dulunya langsing dan dipilih menjadi istri, setelah menikah dengan cepat berubah menjadi tambun? Banyak faktor penyebabnya, bisa hamil, menyusui, pengobatan, atau bahkan faktor genetik. Intinya, masa iya istri yang dulunya langsing akan ditukar tambah karena berubah menjadi gendut? Tentu tak semudah itu.
...Allah telah menyelamatkannya dari mendapat suami yang tidak pantas, yaitu sesosok pria pemuja fisik semata....
Email balasan yang dikirimkan adalah sebuah ucapan selamat karena Allah telah menyelamatkannya dari mendapat suami yang tidak pantas menjadi pendamping hidupnya. Ia berhak mendapat seorang laki-laki yang jauh lebih baik daripada sesosok pemuja fisik semata. Dan syukurlah, muslimah tersebut ternyata tidak perlu terlalu lama terpuruk dalam kesedihan karena ta’aruf putus hanya sebab alasan yang tidak syar’i.
Yakinlah, tak ada rencana Allah yang sia-sia. Tak ada keburukan dari setiap kejadian yang menimpa kita. Sebaliknya, selalu ada hikmah dan kebaikan di setiap jengkal peristiwa meskipun sekilas mungkin saja terlihat begitu menyakitkan. Dan bagi muslimah salihah, tak ada alasan bersedih hanya karena ta’aruf gagal. Tetaplah tersenyum saudaraku, karena yang namanya laki-laki sejati itu, dia akan mampu dan mau menerimamu apa adanya. Bersyukurlah engkau yang terhindar dari mendapatkan seseorang yang sangat tidak pantas untuk dinikahi. Jadi, mengapa bersedih? 

Sumber : voa-islam.com

Harddisk WD 3 TB Siap Dipasarkan


Western Digital belum lama ini memperkenalkan harddisk SATA dengan kapasitas 3 TB,  yang diklaim merupakan kapasitas terbesar di dunia.
Termasuk dalam keluarga seri WD Caviar Green, harddisk ini memiliki densitas (kepadatan) area data sebesar 750 GB per keping yang didukung oleh teknologi Advanced Format.
Menurut WD, Caviar Green merupakan solusi penyimpanan yang ramah bagi lingkungan karena menggunakan GreenPower Technology. Teknologi ini menurut WD dapat mengurangi konsumsi daya via penciptaan temperatur operasional yang lebih rendah. Tujuannya untuk mencapai keandalan yang tinggi dengan tingkat kebisingan rendah.
Sementara teknologi Advanced Format yang dipakai Caviar Green merupakan cara untuk meningkatkan kepadatan bit guna mencapai daya tampung data yang lebih banyak. Caranya, dengan menghilangkan/menghapus celah dalam setiap sektor (yang dipakai untuk koreksi kesalahan/error control correction dan untuk keperluan Sync/DAM).
Dengan penggunaan teknologi ini, tingkat kesalahan dapat ditekan sekaligus diperoleh daya tampung yang lebih besar. Teknologi ini menurut WD dirancang untuk dapat bekerja dengan sistem operasi Windows 7, Vista, dan MacOS.
Sementara untuk  sistem operasi Windows XP, tersedia perkakas WD Align Software yang akan memungkinkan XP memanfaatkan tekmologi Advanced Format secara penuh.
WD menyatakan bahwa Caviar Green 3 TB (dengan nomor model WD30EZRSDTL) ini sudah bisa tersedia di Indonesia via reseller dan distributor tertentu dengan masa garansi 3 tahun.  Jika Anda berminat, siapkan dana sekitar 3,5 juta rupiah untuk memiliki media simpan ini. 
Sumber : infokomputer.com

AMD Kembali Hadirkan FX


Masih ingat dengan prosesor AMD Athlon FX? Seri FX yang terakhir kali hadir di pasaran dengan AMD Athlon FX-70 di 2006 lalu itu rencananya akan dibangkitkan kembali oleh AMD di tahun 2011 ini.
Pada masanya, Athlon FX merupakan kasta tertinggi dari jajaran prosesor AMD saat itu. Seri prosesor ini memiliki kinerja yang tinggi, multiplier yang di-unlock, serta memiliki harga yang tinggi pula. Posisinya sejajar dengan prosesor Intel seri Extreme Edition kala itu.
Setelah seri FX terakhir meluncur beberapa tahun lalu, sampai saat ini AMD hanya bermain di pasar prosesor dengan harga di bawah US$300 dan membiarkan Intel melenggang sendiri dengan prosesor-prosesor ekstrim nan mahal.

Kini, dengan peluncuran platform terbaru Zambezi dan Bulldozer, AMD berencana akan menggunakan kembali nama FX ini. Berdasarkan kutipan dari DonanimHaber, varian flagship Zambezi yang memiliki 8 core akan diberi nama Vision Black FX. Sedangkan varian Bulldozer yang memiliki 4 dan 6 core akan bernama Ultimate Vision FX.

Prosesor berbasis Bulldozer akan dibuat dengan proses produksi 32nm, dan akan menggunakan soket tipe AM3+ yang akan muncul bersamaan dengan hadirnya chipset seri 9 nanti. Belum jelas soal kompatibilitas prosesor ini dengan motherboard berbasis chipset seri 7 dan 8 yang telah beredar saat ini, ataupun sebaliknya.


Sumber : infokomputer.com

Pertarungan Akhir Tahun, iPad vs Galaxy Tab

Invasi tablet PC mulai terasa efeknya di Indonesia. Saat ini ada dua primadona besar yang tengah digandrungi pasar di akhir tahun ini. iPad milik Apple vs Samsung Galaxy Tab.

Dibanding iPad dengan layar 9.7 inchnya, Galaxy Tab memang lebih portable dengan ukuran layar hanya sebesar 7 inch (600 x 1024 pixel). Pada ukuran 768 x 1024 pixel, layar iPad terasa sedikit lebih lebar.
Selisih ukuran 3 inch cukup membuat karakter dalam membawa dua produk tersebut berbeda. iPad lebih cocok dimasukan tas, sementara Glaxy Tab lebih pas dimasukan saku jaket. Mari kita simak perbedaan karakter dan spesifikasi kedua tablet tersebut.
 
Galaxy Tab, Android Raksasa Sebesar 7 Inch
Galaxy Tab merupakan produk pertama Samsung di ranah tablet PC. Berbekal dengan kecanggihan sistem operasi Android 2.2 (Froyo), produk ini diklaim bakal menjadi sebuah gadget yang digandrungi masyarakat.
Tak ubahnya seperti iPad yang coba mengisi kekosongan antara ponsel pintar dengan netbook, begitu pun dengan Samsung yang memposisikan Galaxy Tab dikelas yang sama. Sebagai pendatang baru, produk tersebut memiliki beberapa celah yang tak ada di iPad. Misalnya kamera.
Tablet Samsung ini memiliki kamera sebesar 3,2 megapixel (belakang) dan 1,3 megapixel (depan). Meski tidak terlalu bagus menangkap gambar pada ruangan yang gelap, namun kehadirannya merupakan poin tersendiri.
Jeroan yang diusung produk ini pun tak main-main. Sebut saja penggunaan prosesor Cortex A8 berkecepatan 1Ghz yang disandingkan dengan memori RAM sebesar 512MB. Dengan spesifikasi tersebut, Galaxy Tab mampu mejalankan film beresolusi 1920 x 1080 tanpa masalah. Format film yang didukung piranti ini pun cukup lengkap seperti, DivX, XviD, MPEG4, dan H.264 tentunya.

iPad, Menjembatani iPhone dan MacBook
Harus diakui, iPad merupakan tablet PC dengan tampilan paling mulus. Saat mengenalkan iPad, Steve Jobs pernah menyebutkan gadget ini bakal mengisi ‘ruang kosong’ antara iPhone dan MacBook.
Dari sisi ukuran dan kelengkapan perangkat, iPad memang cocok untuk mengisi ruang tersebut. Ia lebih besar daripada iPhone, namun tak cukup berbobot seperti MacBook (atau laptop lain).
Ukuran iPad cukup besar untuk menikmati konten seperti komik digital, halaman web, maupun video. Namun ia tidak terlalu besar sehingga menyulitkan untuk mengoperasikannya dengan satu tangan.
Hanya saja, bobot iPad yang seharusnya ‘ringan’ itu menjadi cukup berat untuk penggunaan dengan satu tangan di jangka waktu agak lama. Punggungnya yang terbuat dari aluminium pun turut mendukung rasa was-was pengguna: takut iPad-nya terselip dan jatuh
Dari sekilas karakteristik kedua tablet di atas, mari kita bandingkan dari tiap elemennya:
1) Desain:
Galaxy Tab, berukuran 7 inch pas digenggam dan memiliki desain yang solid. Dibanding iPad bobotnya terasa lebih ringan.
iPad, berukuran 9.7 inch sedikit was-was jika tablet ini jatuh. Bobotnya memang lebih berat dari Galaxy Tab, namun tampak lebih elegan berbalut alumunim dan tidak terlalu gendut. Layarnya jelas lebih lega ketimbang Galaxy Tab.

2) Tampilan
Galaxy Tab, adalah Android yang tentu memiliki tampilan lebih kompleks ketimbang iOS. Beberapa pengguna Android yang telah terbiasa tentu tak memiliki masalah. Namun bagi pengguna awam, tampilannya lebih membingungkan dari iPad.
iPad, memiliki tampilan iOS yang lebih simpel dan mudah dipahami bagi pengguna awam. Secara desain dan feel, iOS lebih smooth dan mulus dalam hal transisi, efek, dan jalannya aplikasi.

3) Fitur
Galaxy Tab, mengambil celah yang tak dimiliki iPad. Dengan dua buah kamera, tablet milik Samsung ini jadi lebih fungsional tentunya. Selain itu Galaxy tab sudah mendukung Flash.
iPad, tampil lebih simpel tanpa kamera. Tablet Apple ini juga tidak mendukung format Flash. Galaxy Tab boleh lebih unggul untuk dual hal tersebut.
4) Harga
Galaxy Tab, dijual seharga Rp 6 jutaan. Berbeda dengan iPad, Galaxy Tab tak memiliki versi Wifi saja. Semua sudah all ini dalam satu tablet tersebut.
iPad, telah resmi masuk Indnesia. AppStore Indonesia menjualnya mulai Rp 4,7 juta (Wifi 16 GB). Model paling mahal adalah iPad dengan koneksi 3G berkapasitas 64GB yang ditawarkan pada kisaran Rp 7,9 juta.

Sumber : info-teknologi.com

AMD Matikan Nama ATI



Advanced Micro Devices (AMD) sebagai produsen CPU kedua terbesar di dunia, berencana untuk menghapus brand ATI pada produk chip grafisnya.
Sebagaimana yang telah kita ketahui, sejak AMD mengakuisisi ATI pada 2006 lalu, kedua merk ini berjalan masing-masing untuk tiap jenis produknya, AMD untuk prosesor (CPU), dan ATI untuk chip grafisnya (GPU). Kini, AMD memutuskan untuk menghentikan penggunaan nama ATI, dan hanya menggunakan nama AMD pada seluruh jajaran produknya.

Keputusan ini cukup mengagetkan, mengingat nama ATI sendiri merupakan merk yang sangat terkenal dan telah digunakan sejak 25 tahun yang lalu. Apalagi nama ATI memiliki pangsa pasar yang besar untuk produk GPU, jika dibandingkan dengan pengaruh AMD di pasar CPU yang selama ini masih berada di bawah Intel.

Keputusan untuk menyeragamkan seluruh produknya untuk menggunakan nama AMD ini tampaknya bertujuan untuk mendorong nama AMD lebih terdengar lagi, apalagi sebentar lagi AMD akan meluncurkan sebuah chip hibrida "Fusion" yang berisi CPU dan GPU dalam satu silikon. 
AMD juga telah meluncurkan logo baru untuk kartu grafis Radeon dan FirePro. Pada logonya, logo ATI telah hilang dan diganti dengan logo AMD.
Perubahan nama ini akan berlaku pada produk-produk baru AMD yang akan diluncurkan nanti, termasuk seri kartu grafis Radeon HD6000 yang rumornya akan diluncurkan pada akhir tahun 2010 atau di tahun 2011 nanti. Sementara produk-produk kartu grafis yang telah beredar saat ini akan tetap menggunakan nama ATI

(mengutip dari infokomputer.com)

Jumat, 31 Desember 2010

Pacaran = Percobaan Tindak Pidana Perzinahan

"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalan hukum Alloh, jika kamu beriman kepada Alloh dan hari akhir, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman" (QS.An-Nuur:2)

Tidak di kampus, tidak di kantor, tidak di pertokoan, tidak di bus, tidak di kereta api, lebih-lebih di tempat-tempat hiburan dengan mudah kita akan temukan dua sejoli yang belum terikat tali pernikahan asyik berduaan, bergandengan tangan bahkan berpelukan mesra. Kadang kita menjadi kikuk karenanya. Mau ditegur jadi ribut. Tidak ditegur merusak pandangan. Akibatnya perjalanan kita menjadi tidak nyaman.

Itulah pacaran. Salah satu budaya sekaligus gaya hidup kaum muda Indonesia. Dengan alasan penjajakan pra nikah, berbagai carapun dilakukannya.
Yang penting katanya “Tidak MBA (Married By Accident”. Meskipun realitas membuktikan tidak sedikit para remaja yang hamil sebelum nikah. Dan telah melakukan hubungan badan sesama lawan jenisnya.
Sehubungan dengan itu, mari kita kaji masalah ini dalam tinjauan hukum positif Indonesia. Pada saat yang sama kita juga perlu membandingkannya dengan hukum Islam, sebagai referensi dan pedoman tertingggi bagi kehidupan kaum muslimin. Sehingga dengan ini, kita sebagai kaum muslimin dapat menentukan sikap berkaitan dengan masalah pacaran ini. Baik terhadap diri kita, saudara kita, anak kita, tetangga kita atau teman dan kolega kita.

Dalam Hukum Positif

Dalam KUHP Indonesia, kita tidak temukan istilah pacaran. Namun bukan berarti masalah ini tidak diatur dalam KUHP. Karena dalam Bab XIV diatur masalah kejahatan terhadap kesopanan. Khususnya pasal 281 yang menyatakan bahwa barang siapa yang sengaja merusak kesopanan dimuka umum diancam dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan. Yang dimaksud dengan merusak kesopanan ini, R. Susilo dalam bukunya “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Serta Komentar-Komentarnya” antara lain yaitu mencium lawan jenis dsb. Dan sebagainya disini bisa berarti pula berpelukan tergantung kebijakan hakim dalam memtuskan masalah ini. Tergantung pula dengan adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku pada sebuah masyarakat.

Yang perlu digarisbawahi tindakan ini harus dilakukan di depan umum. Diantaranya yaitu di terminal, stasiun, tempat perbelanjaan, gedung bioskop, kampus dan perkantoran. Dan harus dilakukan dengan sengaja. Yang dibuktikan dengan tindakan saling berpelukan atau berciuman di depan umum. Sedangkan bagi mereka yang melakukan diluar tempat umum tidak dapat dikenakan delik ini. Karena unsur di tempat umum tidak terpenuhi.
Dari ketentuan itu sebenarnya cukup jelas bahwa pacaran yang dibarengi dengan pelukan atau berciuman di depan umum dapat dianggap sebagai kejahatan yang diancam dengan penjara 2 tahun 8 bulan
Masalahnya adalah karena terjadinya pergeseran budaya, sehingga tindakan semacam itu sepertinya telah menjadi kebiasaan dan dianggap wajar oleh sebagian besar orang tua, pendidik dan aparat penegak hukum lainnya. Ini menunjukkan bahwa tingkat kesopanan bangsa Indonesia telah menurun. Demikian halnya rasa malu yang dimiliki bangsa ini. Padahal Rasulullah menyatakan Al Hayaau minal iiman (malu adalah sebagian dari iman). Lalu dimana letak keimanan kita jika membiarkan anak-anak kita melakukan hal itu ???.

Menurut Hukum Islam

Sebelum kita berbicara masalah pacaran dalam tinjauan hukum Islam kita perlu lebih dahulu memahami maslah hudud, qishash dan ta’zir. Yang dimaksud dengan hudud adalah ketentuan – ketentuan pidana yang telah diatur secara tegas dan jelas termasuk jenis hukumannya dalam Alqur’an atau sunnah Nabi dan yang merupakan hak prerogratif Allah Swt. Semisal mencuri, menyamun, berzina, dan memfitnah.

Sedangkan qishash adalah pembalasan setimpal sehubungan dengan pembunuhan atau penganiayaan dimana hak menentukan hukumannya diserahkan kepada korban atau ahli waris korban. Apakah ingin membalas yang setimpal, membayar denda atau memaafkan pelakunya.

Adapun ta’zir adalah ketentuan yang diatur oleh penguasa atau hakim selain dari kedua hal diatas (hudud dan qishash). Fungsinya yaitu untuk mengisi kekosongan hukum. Semisal masalah percobaan pembunuhan atau percobaan pencurian atau percobaan perzinahan yang tidak diatur dalam syariat Islam. Disini penguasa atau hakim diberikan wewenang untuk menentukan besarnya hukuman yang harus diterima oleh pelaku tindak pidana.

Kembali ke masalah pacaran, penulis juga cukup terkejut ketika membaca buku “Al Ahkam Al Sulthaniyyah” halaman 459 karya Imam Al Mawardi. Ternyata dalam hukum Islam pacaran dimasukkan sebagai salah satu bentuk percobaan tindak pidana perzinahan. Dimana hukumannya ditentukan oleh ta’zir penguasa atau hakim.

Menurut beliau pacaran yang dibarengi dengan ngobrol berduaan dalam satu kamar / rumah maka dikenakan hukuman cambuk sebanyak tiga puluh kali (30). Jika berduaan dan berpelukan tanpa pakaian namun belum sampai bersetubuh dikenakan hukuman cambuk sebanyak enam puluh (60) kali. Jika ngobrol dijalanan maka dikenakan dua puluh (20) cambukan. Jika saling mengikuti dengan saling memberikan isyarat maka dikenakan hukuman cambuk sebanyak sepuluh (10) kali.

Hal itu selaras dengan ayat ayat 32 surat Al Israa’ yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk”.

Disini cukup jelas bahwa yang dilarang bukan hanya zina, bahkan segala sesuatu yang dapat menghantarkan seseorang jatuh kepada perbuatan zina. Satu diantaranya adalah pacaran. Karena pacaran akan menghantarkan pada zina hati, penglihatan, pendengaran dan tangan.

Karena itu dalam ayat yang lain Allah menyuruh kita untuk menundukkan pandangan (ghadhul bashar). Firman Allah artinya :

“Katakanlah kepada laki-laki beriman “ hendaklah mereka menundukkan / menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya …”(An Nuur : 30).

Jalan Keluar

Masalah yang timbul sekarang adalah bagaimana dengan anak-anak, teman atau saudara kita yang saat ini pacaran. Haruskah kita cambuk sesuai hukum Islam ?. Tentu saja tidak semudah itu, karena hukum pidana Islam belum diformalkan di negeri kita. Jalan keluar yang paling mungkin yaitu dengan cara mensegerakan mereka menikah. Kalau mereka masih sekolah atau kuliyah bisa dengan cara nikah gantung sebagaimana terjadi dalam hukum adat masyarakat jawa. Yaitu menikahkan secara resmi tapi belum boleh berkumpul dalam satu rumah dan melakukan hubungan suami istri.

Hal itu juga pernah dicontohkan Rasulullah ketika menikahi ‘Aisyah, karena saat itu Aisyah belum menginjak baligh. Dan Rasulullah baru berkumpul dalam satu rumah setelah ‘Aisyah dewasa atau baligh. Model nikah semacam inilah yang seharusnya kita populerkan. Sehingga pacarannya menjadi resmi, karena dilakukan setelah ijab kabul. Sehingga ketika sang suami yang nikah gantung apel pada malam minggu akan merasa tenang dan nyaman. Tidak takut ditangkap hansip apalagi dicambuk hingga puluhan kali.

Lalu bagaimana dengan yang belum pacaran dan belum menikah. Jalan keluarnya yaitu dengan cara mencari istri lewat orang tua, ustadz atau teman. Apabila sudah cocok setelah melakukan penyelidikan terhadap sang calon segera saja dilamar dan dinikahi. Hal ini pernah dicontohkan oleh orang tua kita. Meskipun mereka tidak berpacaran toh anaknya banyak dan perkawinannya kekal hingga akhir hayat. Ini sangat berbeda dengan para artis dan anak muda sekarang, meskipun berpacaran cukup lama, tapi toh tingkat perceraiannya cukup tinggi.

Model pernikahan semacam itu juga sudah mulai dipraktekkan oleh para aktivis dakwah kampus dan anak-anak tarbiyyah Islamiyyah. Dan alhamdulillah menurut pengamatan penulis perjalanan rumah tangga mereka berjalan dengan baik, aman dan nyaman.
Jika anda masih ragu-ragu jangan segan-segan bacalah buku “Indahnya Pernikahan Dini” atau buku “Berpacaran Dalam Islam”. Mudah-mudahan dengan itu budaya pacaran lambat laun akan hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia yang mengaku religius ini. Wallahu ‘alam.
(mengutip dari swaramuslim.net)